Tradisi Sorogan di PPNH Al-Amin Way Kenanga

Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al-Amin yang didirikan oleh KH. Ahmad Karim Husaen yang dilanjutkan oleh menantunya KH. Muhrondi Yusuf, S.H pada tahun 2008, yang mempunyai Tradisi yang selalu melekat dan menjadi sebagian ruh pesatren yang mengikuti manhaj salaf yakni sorogan kitab . Sejak abad awal Islam masuk di Indonesia, salah satu metode yang ditanamkan dalam diri santri adalah kemampuan membaca, baik membaca al-Qur’an maupun kitab, dengan menyodorkan hasil bacaan atau praktek membaca pada seorang ustadz.

Metode ini adalah metode yang digunakan oleh para ulama terdahulu, yang menggunakan pengetahuan yang cukup untuk memberikan dampak positif yang cepat bagi siswa. Sebagaimana tertuang dalam Tafsir Khazanah Indonesia, ini merupakan hasil penelitian dan metode tafsir yang berkembang di nusantara, disisi lain Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al-Amin Way Kenangan Tulang Bawang Barat pun sama halnya menerapkan tradisi sorogan yang telah dilakukan pada zaman dahulu.

Santri mukim dan santri kalong (pulang pergi) -+ 380 di Pondok Pesantren tersebut melakukan kajian, Kegiatan dimana seorang murid mempraktekkan membaca dan memberi murād pada kitab-kitab terdahulu. Kegiatan ini merupakan sebuah kegiatan yang begitu positif dalam membantu mengembangkan pola pikir dan daya asah pikiran murid dalam menganalisis redaksi kitab dengan analisis yang tajam. Secara teknis kegiatan murid yang memahami dengan memadukan berbagai ilmu-ilmu dasar bahasa Arab dengan penerapan yang benar. Secara langsung, dihadapannya terdapat ustadz yang siap membimbing dalam praktek pembacaan kitab. Red. Pengurus PPNH Al-Amin