BELAJAR AL-QUR’AN SERTA HAFALAN SEBUAH TRADISI DI PPNH AL-AMIN WAY KENANGA

BELAJAR AL-QUR’AN SERTA HAFALAN

SEBUAH TRADISI DI PPNH AL-AMIN WAY KENANGA TBB

 

Sore itu, para santri sedang membaca Alquran. Di aula Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al-Amin Way Kenanga Tulangbawang Barat Mereka memakai baju muslim. santriwan kenakan peci dan sajadah serta dilengkapi dengan membawa Al-Qur’an. Pada saat yang sama, para santriwati mengenakan kerudung saat membawa Alquran.

Saat itu, baik Santriwan maupun Santrivati ​​sedang melantunkan ayat-ayat suci Alquran. Dengan cara ini, Alquran disimpan pada sore hari. Biasanya santri yang tinggal di kamar PPNH Al-Amin disimpan setelah shalat subuh. Jumlah setoran setiap siswa berbeda. Itu tergantung kemampuan masing-masing.

Para santri dan santriwati itu bergantian setor hafalan. Mereka terlihat serius menyetorkan hafalan Alquran. Bahkan ada juga yang memejamkan mata sambil menunduk. Sementara itu, Ustadz Fanani menyimak dan sesekali membenarkan apabila ada santri yang salah melafazkan.

Biasanya bagi warga yang ingin mengaji di Binnador (tidak hafalan), atau bagi yang rutin mengaji setelah shalat subuh. “Jadwal rutin kami sebenarnya setelah sholat subuh. Katanya:“ Biasanya warga sekitar juga datang. Menurutnya, tidak ada batasan usia untuk belajar. Oleh karena itu, Ustadz Ahmad Dawam selaku keluarga besar PPNH Al-Amin tidak ingin membatasi orang yang ingin mengaji Alquran..

Di tengah pandemi Covid-19 ini, aktivitas pondok tetap berjalan normal. Hafalan Alquran dan ngaji kitab juga tidak ada pengurangan durasi. Berbuka bersama juga tetap diselenggarakan. Menurut Ustadz Agus, yang terpenting menjaga kebersihan badan dan lingkungan. Serta mengikuti aturan yang sudah ditetapkan baik oleh pemerintah maupun pondok pesantren. Seperti memakai masker, menjaga jarak, dan untuk jamaah yang sakit tidak perlu salat berjamaah.

Red. Pengurus